PUISI

Facebook
WhatsApp

Tenang di Posisi Sendiri

Ada sepasang bibir yang berat terkunci

Bukan bermakna atmanya kosong dan sepi

Ada kata-kata sebagai tanda koneksi

Tapi hanya tersemat rapi di lubuk nurani.


Walau acuh dan bungkam tak bergeming

Hati dan akalnya riuh berhalusinasi

Monolog sudah menjadi senandung yang lali

Fahamilah, dirinya tidak pernah berasa sunyi

Walau jasadnya tampak menyendiri.


Tika berada di tengah keramaian ini

Mulalah perasaan gundah menguasai

Depresi tidak ketinggalan menghampiri

Jika ada ruang dan sudut untuk bersembunyi

Itu sudah cukup menenangkan diri.


Biarlah.


Biarkan dia hanya mendengar dan memerhati

Memendam segala rasa di hati

Diungkap dengan air muka sudah memadai

Membalas semuanya dengan senyuman penyeri

Kerana itulah makna ketenangan yang dicari.


Niniefadzillea Iswandi

Telaga Kita, Jernihkah Airnya?

/i/

masing-masing,

kita menanak tingkahlaku

di dapur; memarak 

sehingga ada warna arang membungkus periuk.


namun mengapa,

di dapur orang lain,

kita mengecohkan legamnya belanga mereka?


lupakah,

arang di periuk kita itu,

juga berwarna hitam?


/ii/

telaga yang jernih,

kala dicedok, keruhkah airnya?


Johari A. Julaihi

Kota Samarahan,

Januari 1, 2024.

Fajar

Fajar

kilaumu penuh warna

sinarmu menyuluh jalan

hadirmu berjuta harapan.


Fajar

jangan engkau melangkah pergi lagi

kerana langit inginkan dirimu disini

nenemani dan ceriakan hari

mewarnai bunga-bunga di taman ini.


Fajar

indahnya dirimu

ditemani hembusan angin pagi

diiringi siulan burung yang berkicau riang.


Fajar

andai kau pergi nanti

ingatlah daku yang senantiasa merinduimu

daku ingin dikau di sisiku selamanya.


Nur Alina Semulih

20 Disember 2023

Langit Yang Berbeza

DI sebuah rumah panjang yang terletak di Nanga Padeh, hiduplah seorang pemuda Iban yang bernama Gilang anak Ragai. Gilang, anak

Meneliti Elemen Yang Memperkukuh Puisi

PUISI merupakan karya sastera yang mengungkapkan pemikiran, perasaan, pengalaman dan pandangan hidup manusia melalui penggunaan bahasa yang indah, padat, terpilih

Sajak

Lukisan Kemarau lukisan kemarau pada tanah ada retak-retak kecil dari jauh seperti bersisik debu saling merintih ditiup angin dipaksa beralih