PUISI

Facebook
WhatsApp

Ketika Bulan Tergelincir Lagi

Usah dirajuk pada rembulan yang buta huruf,

Ketika ia tidak cakna kepada bahasa puisi,

Yang kautitip siang tadi bersama senja,

Dan setelah beradu kauterjaga,

Lena memintal dua cerita dan kaupilih satu,

Yang manis-manis kausimpan,

Yang hambar dan sarat kecewa kaunukilkan,

Kepada rembulan kaubercerita,

Dan masih setia kaubercerita,

Biarpun tidak pernah berbalas,

Surat cinta dan cerita yang setia kaukirim.


Farah Athirah

Pilihan

Hari ini ialah seumur hidup kita

Penentu esok, lusa dan nantinya.


Andai mendampingi tuan budiman

tutur indah membungai hari

gerak geri menyejukkan sanubari

susah senang abadi di sisi

singkatnya hidup tak dirasai.


Seumur hidup bagai di neraka

andai diabdikan pada si durjana

waktu menjadi alasan bertahan terluka

demi cinta yang meruntun jiwa

menanti retaknya sukma.


Hari ini akan menjadi renungan

seumur hidup kita nanti.


Niniefadzillea Iswandi

Hadir

Dikau hadir

Dalam igau malam

Redup wajah

Hiba kelam bulan

Bagai mencari erti cinta


Kau bagai sinar bintang

Mekar dalam jiwa

Menanti hadir


Dan bila rasa sepi

Mahu pergi lagi

Menyapa rindu


Hari indah

Jika dikau jelma


Masanti binti Musino@Mas Art’

20 Oktober 2024

Sajak

Diam Diam. Ada kata — diam : bibir berkatup. Ada kata — diam : tiada tala. Kataku, Diam — tala

Antara Dua Diam

HARI pertama aku pegang dia. Kecil. Cerah kulitnya, ikut mak. Tangisannya kuat, seolah-olah dia belum bersedia menghadapi dunia. “Abang nak

Unsur Prosa dan Puitis dalam Sajak

APABILA membuat penelitian terhadap sesebuah sajak, selalunya usaha lebih tertumpu untuk memahami aspek intelektualisme dan nilai ilmunya. Namun pada masa