Puisi

Facebook
WhatsApp

Ditawan Sepi

Ditawan sepi,

Penjaranya adalah duka,

Jeriji-jeriji resah tersusun di dada,

Tidak sempat aku menjerit ketika meronta,

Jiwa dipukul sunyi tanpa suara,

Kian mengecil ruang rasa,

Kian menghimpit makna.

Ditawan sepi,

Rinduku bergetar perlahan di ruang yang retak,

Doa-doa mengalun dalam luka yang tak pernah padam,

Mengusir kelam dari sudut kalbu yang rapuh,

Setiap lima waktu aku kembali kepada-Mu,

Dalam tenunan takwa yang menahan rebah,

Agar aku tidak hilang dalam gelap sepi ini,

Di kala aku terus ditawan sepi.

Mohamad Rosdy Dahri

Kuching, Sarawak


Menerpa Tenang yang Kosong

Hanya apabila ada kekosongan

aku rasa duniaku tenang

begitu sulit untuk membezakan

tenang dengan sunyi yang kualami

sunyi juga bagian pelukan

bertandang

cukup menghangatkan.

Hal-hal hebat terjadi di belakang tadbir

dalam persembahan

aku watak utama

lampu-lampu menampakkanku ceria

di belakangnya

aku riuh dihina.

Manusia terlalu buruk bicara,

mampuku menahan air mata

tidaklah sekeras batu

kurampas tisu,

berlari di hujung waktu

menyapa tenang yang sunyi

agar bisa kembali

ke tempat selorohku berbunyi.

Ada kalanya

Menjarakkan diri

dan berjalan sendirian

tanpa berteman

harus kita relakan.

Hanya apabila sendirian itu tenang,

sunyi itu tenang

dan tenang

tidak bermaksud kau kesunyian.

Syabel Hamzah

Kuching



Lauk Semalam

Bismillah permulaan bicara

Aku menyusun setiap bait bicara

Aku tak ingin ada yang terluka

Dihiris madah pujangga. 

Sekeping nota berbaris nasihat

Diletakkan  bersebelahan lauk semalam

Terhidang ikhlas di atas meja

Butir- butir katanya yang memanahkan

Katanya lauk itu  berintikan kecukupan

Masin namun tidak membuatkan engkau teracun. 

Katanya, lauk itu dimasak penuh keikhlasan

Mampu bertahan bahkan bertahun lamanya

Sedangkan engkau tidak mampu bertahan

Walau badai menghembus deras.

Katanya, lauk itu dimasak penuh pemikiran

Berfikir sebatas perlakuan

Berfikir sebelum kakimu melangkah

Sekali kau terpijak duri tajam

Engkau boleh membunuh seribu lautan impian.

RatnaDewi Asmara

Langit Yang Berbeza

DI sebuah rumah panjang yang terletak di Nanga Padeh, hiduplah seorang pemuda Iban yang bernama Gilang anak Ragai. Gilang, anak

Meneliti Elemen Yang Memperkukuh Puisi

PUISI merupakan karya sastera yang mengungkapkan pemikiran, perasaan, pengalaman dan pandangan hidup manusia melalui penggunaan bahasa yang indah, padat, terpilih

Sajak

Lukisan Kemarau lukisan kemarau pada tanah ada retak-retak kecil dari jauh seperti bersisik debu saling merintih ditiup angin dipaksa beralih

Puisi

Ditawan Sepi Ditawan sepi, Penjaranya adalah duka, Jeriji-jeriji resah tersusun di dada, Tidak sempat aku menjerit ketika meronta, Jiwa dipukul