Sajak

Facebook
WhatsApp

Ibu Tua

Aku lihat ibu disukut pintu,

Tubuh rentanya lumut kekeringan,

Merekah dek pancaran bagaskara,

Namun kekal tumbuh bersama akar.

Sehingga berjelar di persimpangan.

Pancaindera kian basah,

Saat keringat gugur di bentala,

Tulang belulang mendakap beban.

Membayang jiwa tak kenal jerih,

Meskipun diam terpancar kasih.

Kulihat sekujur tubuhnya,

Uratnya halus bak serabut nipis,

Langkahnya serasa perlahan meniti,

Seakan menunggu pusara tiba,

Namun jiwanya tetap tabah tak sirna.

Hafizuddin Hamran

Permata

Wahai permata milikku

Lengkung senyum bibirmu

Ibarat bianglala di mataku

Andai aku

Yang membuatmu senyum

Alangkah bahagianya diriku

Jika dikau ingin mendaki puncak gunung

Izinkan aku menjadi tangganya

Jika dikau ingin terbang melihat cakerawala

Izinkan aku menjadi sayapnya

Jika dikau bumantaranya

Izinkan aku menjadi bintang-bintangmu

Engkau seperti cahaya yang menyinari bumi

Tanpamu, alam semesta ini

Suram dan sunyi

Tanpa ada engkau

Untuk meneranginya

Kehadiranmu amat berharga

Kasih sayangmu tidak terbatas

Sikap prihatinmu melindungi diriku

Doa-doamu menjadi semangat buatku

Lihatlah gugusan bintang

Yang bertaburan di langit malam yang gelap

Begitulah hitungan cintaku kepadamu

Kuharap engkau menyedarinya

Wahai permataku,

Ibu dan ayah.

Nursyerra Nabila binti Ismail

SMK Matu

Segudang Harapan

Jantungku berdetak lebih kencang,

Bualan panjang, namun fikiranku melayang.

Perbalahan yang sering kali terjadi,

Kerana salah faham yang tak terungkapkan.

Meski rasa ini memudar,

Aku masih bertahan, meski terluka.

Rambut terurai, kuikat kembali,

Air mata jatuh, menitis di pipi

Sebagai tanda retaknya hati.

Yang sudah terjadi, hanya dapat kurelakan,

Namun hati ini masih gentar, tak akan kumengalah.

Hati mana yang tak merasa kesedihan?

Langkahku kian lemah, namun kukuatkan.

Demi harapan yang tak kunjung padam,

Aku terus melangkah, walau tak tahu arah.

Kerana dalam setiap luka, ada pelajaran,

Dan dalam setiap perjuangan, ada segudang harapan.

Conielya Vieda Anak Lawrence

Sibu, Sarawak

Puisi

Lara Hati Jika diikut lara hati ingin terasing membawa diri pergi jauh menuju alam nian abadi. Lara hati membawa lari,

Cerita untuk Masa Depan

SEPANJANG aku menjadi penulis, keobsesan aku terhadap cerita yang aku tulis melebihi segala-galanya. Kadang-kadang, sampai tahap sukar untuk membezakan yang