Sajak

Facebook
WhatsApp

Siulan Rimba

Sang rimba mendabik dada

Raja di pelosok hijau

Daun-daun tunduk, tapi burung tetap gembira

Merak mengepak, warna pelangi mendaki senja

Namun sayap indahnya, tak mampu menyentuh awan

(Kebesaran hanyalah bayang)

(Keindahan tidak menuntut pengakuan)

Di ranting dan akar, suara kecil terus menembus kabut

Mengingatkan rimba yang

sederhana sering lebih bebas.

Qurratu Aini Izzatie Abdullah

Beluru Bakong 2025

Damai Ilmu Alam

(Pusat Astronomi Borneo, Pantai Damai)

Di kaki Santubong

mata langit dibuka

Damai menatap bintang

bumi menulis takwim

Anak kenyalang menyigi malam

antara gelap dan doa

berceracakan mimbar

di mana ilmu diangkat

Perlahan— ke orbit.

Jojie Shazri,

Miri Sarawak.


Pepohon Janji

Biar dipercik air lautan

Biar ribut taufan angin menderai

Biar disinar panas mentari

Ia tetap teguh tegap berdiri

Kukuh akarnya mencengkam bumi

Ia pepohon kuat

Meski tanahnya retak dan sepi

Dahan-dahannya tetap mendepa 

Menyambut cahaya, walau cuma sisa

Ia bukan sekadar pepohon biasa

Ia adalah saksi waktu dan luka 

Yang berdiri di hujung senja

Memegang satu janji setia

Daunnya berbisik dalam zikir alam

Rantingnya menulis sajak dalam diam

Pada angin ia serahkan harapan

Pada langit ia curahkan kerinduan

Biar malam datang menelan cahaya

Biar hari-hari dicarik derita

Ia tak pernah rebah

Kerana kukuh akarnya mencengkam bumi

Jasmin Norhasfitri,

24 November 2019

Pantai Kuala Dana, Mukah

Puisi

Setahun Lagi Aku Menua Hari ini setahun lagi aku menua namun hayat makin berkurang kerana dengan tahun menambah  makin dekatlah aku dan pulang.  dan cermin pun bercerita hikayat tua rambut yang makin putih gigi yang kian hilang kedut yang jelas berkerut. Aku tidak mahu pesta kek mega atau lilin dan nyala cukuplah doa dan sebingkis maaf kerana tidak terjangkau arif berapa kali lagi pagikah yang bakal menjengah petang yang sempat membahang malam yang sudi kelam.

Jangan Rampas Padang dan Kenangan Kami

NASKHAH kreatif yang berkisar tentang aktiviti sukan, secara eksplisit memang jarang ditulis. Bahkan ia kelompangan yang perlu diisi, kerana subjek

Padang

“PASS! PASS!” Jeritan Yoyok bergema di celah-celah blok konkrit Taman Sri Harmain. Sebiji bola yang sudah lusuh bergolek di atas