Category: WBS

MENGISI KAPSUL MASA DEPAN DENGAN CERPEN

Oleh: Lokman Hakim SEBUAH cerpen harus membawa sesuatu yang bersifat “disampaikan”. Namun, bagaimana pula untuk sesuatu yang harus disampaikan itu tiba pada pemahaman pembaca? Mengenderai

PUISI

Nestapa Kerongkong malam mati dilapah Ibu dongak sambil ibu potong lelah Ibu kunyah sebelah abah Ibu-ibu Nestapa lelah Ibu-ibu sudah sudahlah Nestapa dah rebah Kata

Kapsul Impian Jaja

Oleh: Siti Hajar Ahmad SETIAP langkah perjalanan, tak selalunya indah. Ada pasang surutnya sebuah kehidupan. Pahit manis, tawa dan air mata. Lalu, dalam titik terendah

PUISI

Sebutir Nasi Segunung Pesan Sebutir nasi di tepi pinggan rajuknya menyingkir teguk ayah merenung keras seraya singgah cubitan ibu terasa tajam denyutnya kerana sisa aku

KEINDAHAN PEMIKIRAN

Oleh: Mohidin Hj. Malek APABILA berbicara tentang sajak, tidak kira sama ada yang berbentuk balada, gita puja, ode, epigram, romansa, elegi atau satira, tidak dapat

Brayun

Oleh: Benjamin Asin HUJAN yang turun renyai-renyai itu, kini semakin kencang. Kedengaran alunan lirik brayun yang dari tadi terngiang-ngiang, menjadi halwa telinganya. Kayla sedikit gusar.

PUISI

Panduan Pemakanan dan Penyimpanan Rindu Rindu adalah makanan yang terjual di pasar raga mengandungi pengawet kenangan berperisa nostalgia dan pewarna masa lalu ia sesuai dijamu

Mengidam Bunga Durian

Oleh: Roslan Jomel “Dan janganlah kamu makan (atau mengambil) harta (orang-orang lain) di antara kamu dengan jalan yang salah, dan jangan pula kamu menghulurkan harta

Pesanan Puisi Titipan Jiwa

Oleh: Rosani Hiplee PUISI sebagai karya sastera cukup sinonim dengan masyarakat, sama ada yang berusia mahupun muda. Puisi sudah ada dalam rutin kehidupan masyarakat sejak

HARAPAN DI BUNGA DURIAN

Oleh: Adie Abd Gani HARAPAN nyatalah sesuatu yang menyakitkan. Memang menyakitkan. Ejaannya cuma menggunakan beberapa abjad vokal dan konsonan, mudah untuk dieja dan diungkap, namun,

PUISI

Kepalsuan yang Terbongkar Dalam gelap malam yang sunyi,  Kita berbicara tentang janji dan setia,  Namun di balik senyum dan kata manis,  Tersimpan kepalsuan yang tak