
Siulan Rimba
Sang rimba mendabik dada
Raja di pelosok hijau
Daun-daun tunduk, tapi burung tetap gembira
Merak mengepak, warna pelangi mendaki senja
Namun sayap indahnya, tak mampu menyentuh awan
(Kebesaran hanyalah bayang)
(Keindahan tidak menuntut pengakuan)
Di ranting dan akar, suara kecil terus menembus kabut
Mengingatkan rimba yang
sederhana sering lebih bebas.
Qurratu Aini Izzatie Abdullah
Beluru Bakong 2025
Damai Ilmu Alam
(Pusat Astronomi Borneo, Pantai Damai)
Di kaki Santubong
mata langit dibuka
Damai menatap bintang
bumi menulis takwim
Anak kenyalang menyigi malam
antara gelap dan doa
berceracakan mimbar
di mana ilmu diangkat
Perlahan— ke orbit.
Jojie Shazri,
Miri Sarawak.
Pepohon Janji
Biar dipercik air lautan
Biar ribut taufan angin menderai
Biar disinar panas mentari
Ia tetap teguh tegap berdiri
Kukuh akarnya mencengkam bumi
Ia pepohon kuat
Meski tanahnya retak dan sepi
Dahan-dahannya tetap mendepa
Menyambut cahaya, walau cuma sisa
Ia bukan sekadar pepohon biasa
Ia adalah saksi waktu dan luka
Yang berdiri di hujung senja
Memegang satu janji setia
Daunnya berbisik dalam zikir alam
Rantingnya menulis sajak dalam diam
Pada angin ia serahkan harapan
Pada langit ia curahkan kerinduan
Biar malam datang menelan cahaya
Biar hari-hari dicarik derita
Ia tak pernah rebah
Kerana kukuh akarnya mencengkam bumi
Jasmin Norhasfitri,
24 November 2019
Pantai Kuala Dana, Mukah