PUISI

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

Secebis Harap

Sedang dingin erat mencengkam,

Berteman kelam bilik tanpa neon,

Bingkas daku meninggal bantal,

Mengalirkan air pada anggota dosa,

Membalut suci wudhu.

Pagi ini, sujudku pada Yang Esa,

Dipenuhi selaut harap,

Agar ada rahmat tersisa,

Buat sang penoda dunia.

Juga kualunkan kalam-kalam suci At-Tanzil,

Mengharap curahan tangis,

yang tidak kunjung tiba,

meski alunan telah ke penghujung.

Wahai Tuhan Yang Maha Lembut,

Engkau lembutkanlah hatiku ini,

Sepertimana Engkau mengizinkan Nabi Daud,

Melembutkan kerasnya besi waja.

Hafiz Mustapha

28.05.2023

Sarikei

Jemput

Setiap hari

kita menunggu

untuk dijemput pulang

ke negeri abadi.

Persiapan dilaksana

bermandi ibadah

berhias amalan

hingga semerbak bau jasa

dirindui dunia sementara

dirayakan akhirat selamanya.

Dan ngerinya abadi

bagi yang cuba pulang sendiri

tanpa jemputan Ilahi

serta persiapan rapi.

Abu Adil

Kota Samarahan

Seringgit

pada tangan si kaya

yang melempar

kencang lagi angkuh

tidak terasa apa

seringgit hanya kertas biasa

pada tangan si miskin

 yang bergetar

menghulur penuh ikhlas

niat mencari berkat

seringgit begitu berharga

nilai iman sebenar

Ramzi Junai

5/9/23

SK Orang Kaya Muda

Sajak yang Bukan Itu-itu

SEBUAH sajak yang baik, pasti membekaskan sesuatu kepada pembaca apalagi penikmatnya. Penikmat sajak pasti ralit mencicipi larik demi larik makna

TIANG BELIAN KUMANG

KUMANG sesak nafas bagaikan dadanya terisi penuh oleh biji-biji lada yang semerah matahari yang tegak di kepala. Pandangannya lantas berbinar-binar.