PUISI

Facebook
WhatsApp

Gerimis Merdeka

Indahnya pagi ini

Alam semesta di gerimis pagi

Dingin dan nyaman

Membuai jiwa membelah aman

Di sinilah ku berdiri

Berpasak di kaki bumi

Berpencak di hujung jerami

Bukan menaut momokan pagi

Mendengar kabut ribut pagi

Kau pakukan kakiku ke tanahmu

Biar berdarah seluas gangga

Agar tak bisa diterpa oleh mereka yang mahu mengusirku keluar

Di sinilah kita berdiri

Bersama menyemai hati sanubari

Menjunjung titah sang purbawi

Bersatu bersama membela nusa dan bangsa

Kau patrikan nyawaku

Biar menyulam rasa bersatu

Agar bisa kita singkirkan perosak bangsa dan negara

Demi sebuah negara merdeka

Demi ibu pertiwiku tercinta

Abdul Wahab Jaini

Jabatan Pendidikan Negeri Sarawak

Baru Aku Tahu

Baru aku tahu

Sakitnya putus cinta

Pedih dihati

Rasa diguris belati

Darah mengalir

Tanpa henti

Menjunam ke dasar hati

Tapi beringatlah

Dia pernah menganyam cita, impian dan mimpi denganmu

Pintu dan tingkap hatinya pernah dibuka untukmu

Baru kini aku tahu

Lebih sakit cinta ditolak

Sedih hatinya bukan kepalang

Luka hatinya rasa dibelah

Dicincang lumat

Dikerenyet

Muka diconteng arang

comot hitam warnanya

Hinanya dipandang begini

Bukan cemuhan dipinta

Hanya secubit cinta

Sejemput kasih

Secekut sayang

Tapi sejuta nista diperoleh

Aleva Anak Stephen Lek

Lembaga Pelabuhan Bintulu

Bejana Kasih untuk Pemugar Budi

(istimewa buat barisan hadapan)

Memugar Budi di Taman Amalan

Mengorban diri di medan perjuangan

Menjunjung amanah dalam gendongan

Mengait bunga-bunga senyum keindahan 

Menikmati bersama kemanisan sebuah kebahagiaan

Keringat diladung menjadi saksi

Airmata ditakung tumpah sendiri

Keluh dilakar di diari hati

Nyanyian alun rahsia sanubari 

Mengigit jiwa yang bernada sepi

Pemugar Budi adiwira kami

Bejana Kasih untukmu ini

Tiada galang mengganti bakti

Hanya doa redha Izzati

Mengurniakan segala yang kau hajati

Ayuh senyumlah kembali wira kami

Usaikan lelahmu yang masih berbaki

Bawalah bejana kasih cenderahati

Tegar semangat terus berjuang untuk pertiwi

Ke langkah akhir kau pasti diingati

Terima kasih adiwira kami

Zumiriyah Hassim

Meneliti Elemen Yang Memperkukuh Puisi

PUISI merupakan karya sastera yang mengungkapkan pemikiran, perasaan, pengalaman dan pandangan hidup manusia melalui penggunaan bahasa yang indah, padat, terpilih

Sajak

Lukisan Kemarau lukisan kemarau pada tanah ada retak-retak kecil dari jauh seperti bersisik debu saling merintih ditiup angin dipaksa beralih