Puisi

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Telegram


Siaran Khas Sekolah Henry Gurney, Penjara Puncak Borneo


Dia yang Hilang

Berdiri dilantai kehidupan
Sunyiku ditemani angan
Tekadku menjawab persoalan

  arah tuju dan haluan

Langkahku penuh impian
Pada Yang Esa sangga harapan

Mengingatimu dalam hela nafasku
Membayangkamu dari ocehan ibu
Melihatmu cuma dari gambar
Kutaruh dalam berkas doa
Pada Yang Esa kuserah percaya

Sungguhku rindu
Sungguhku ingin bertemu
Padamu insan bergelar
Ayah.

A.K



Untuk Dirimu


Aku menulis ini
Bukan sekadar rindu
Tapi ingin tahu
Masihkah kau seperti dulu?

Sudah lama kita tidak bersua
Kukira kau banyak berubah
Rupanya kau masih serupa

Aku tak pernah lupa
Senda guraumu
Membuatkan aku ketawa
Oleh manis senyuman

Dan manja sentuhanmu

Begitulah aku
Sering dikejar ingatan
Dalam kenangan kita
Biarpun tak semuanya manis

Rindu menyapaku
Pada kenangan lalu
Lalu kusimpan di satu bucu
Tetap indah sampai ke kalbu

Delnasz




Aku Yang Baru

Aku

 Mendongak dada langit impian,

 Berarak awan keyakinan

 Meniup angin kesempatan

 Menghirup udara kesedaran

Aku…

 Menulis sebaris keimanan

 Mengukir papan perjuangan

 Melukis secarak harapan

Aku….

 Melontar jauh keraguan

 Memecah kaca dugaan

 Membelah ombak ujian

 Demi sebuah kejayaan….

manyuz

Sajak yang Bukan Itu-itu

SEBUAH sajak yang baik, pasti membekaskan sesuatu kepada pembaca apalagi penikmatnya. Penikmat sajak pasti ralit mencicipi larik demi larik makna

TIANG BELIAN KUMANG

KUMANG sesak nafas bagaikan dadanya terisi penuh oleh biji-biji lada yang semerah matahari yang tegak di kepala. Pandangannya lantas berbinar-binar.