Askar Kecil Matahari menegak,tidak lagi cahaya,tetapi cambuk. Kulit terbakar,tulang berbaris,askar kecil,menyeret gula,sebutir demi sebutir. Di ranjang empuk,pelesit bermimpi,mulutnya ternganga,menjadi raja,tanpa pedang,tanpa sejarah. Gunung berdiri,atas mata batu,hati beku,ia menonton,bukan mendengar. Jeritan,tidak bergetar,hanya langkah kecilmenyusun bunyi seperti,gendang lapar yang tak pernah kenyang. Dan bila tanah subur,tersenyum dengan hijau,askar kecil,masih di sana,tidak bersuara,tidak meminta,hanya menang,tanpa mahkota. Sementara bayang,yang malas,yang palsu,yang lena di tilam mimpi,hilang, ditelan angin petang. Angel Anak Samling Miri, 2025 Nyala...